Jumat, 10 November 2017

SEBUAH ALASAN


terimakasih karna kau telah mau menjadi sebuah alasan dalam langkahku
Perjalananku mungkin tak akan bisa sejauh ini jika tanpa alasan darimu
kini aku semakin yakin saat aku menapakkan langkahku untuk maju

Meski jalan yang ku tempuh tak mulus seperti kata tulus
Yang kerap kali membuat alasanku aus
Namun alasan yang telah kau berikan padaku mampu membuat semua terlihat bagus

Kerap kali langkah ini terhenti ketika terlihat jalan didepanku semakin jauh
Sejenak aku berfikir, masih sanggupkah kaki ini menempuh
Berteman keraguan dan sejuta keluh

kini kurasakan langkahku terasa semakin pelan
entah karna bertambahnya berat sebuah beban
atau karna aku sudah tak tahu lagi apa yang harus ku jadikan alasan
apa mungkin rasa bosan yang sekarang jadi alasan yg dominan?

lalu kemanakah kau yang menjadi alasanku yang dulu
yang kerap kali datang menyemangatiku
dan sengaja mengusir penat dalam lelahku
apakah sengaja kau menjauhiku

kini aku sendiri dalam ringkuhnya sinar senja
yang kian meredup karna malam telah menyapa
ribuan harap kini hanya pada sang purnama
semoga dia rela untuk membagikan secercah sinarnya
namun harapan itu sekejap sirna, karna tersadar saat ini masih tanggal muda

Hak dan Kewajiban

Antara hak dan kewajiban
Berawal dari kata kesepakatan
Kesepakatan untuk saling berjalan
Dengan tulisan atau hanya sebatas ucapan
Coba kita sedikit berfikir
Dari apa yang telah terukir
Sebelum kita menilai takdir
Menjadi sesuatu yang tak terpungkir
Dulu kita sudah sepakat
Untuk saling menjalankan amanat
Jangan karna alasan kholwat
Lantas engkau menjadi khianat
Jangan sampai terlewat batas
Karna masalah yang sedang melintas
Atau sekedar tumpukan tugas
Tentukan mana yang berpriyoritas
Mungkin engkau sudah lupakan
Apa yang telah kita ikrarkan
Untuk tetap saling beriringan
Antara hak dan kewajiban

Hipotesis Dramatis

ini bukan lagi tentang variabel dan matematis
bukan pula tentang angan-angan hipotesis
apalagi tentang kisah deskriptif yang dramatis
tapi ini tentang rasa yang bersifat humanis
yang tak cukup digambarkan hanya dengan tawa dan tangis
serta bujuk rayu yang terdengar romantis
ataupun kata-kata yang terangkai begitu manis
ini tentang semuanya, antara bahasa, rasa dan asa yang berjalan harmonis

Berkobar

dunia maya kini telah menjadi sebuah mimbar
dari yang hanya untuk sekedar berkoar- koar
atau untuk menyampaikan segala kabar
dari mulai kabar yang terlihat benar
sampai kabar yang terdengar liar
seperti racun yang tiap hari menjalar
meracuni diri sampai alam bawah sadar
dan menjadi ideologi-ideologi dasar
penikmat alam maya kini harus lebih pintar
jangan mudah untuk jadi penyandar
dari sebuah kabar yang belum tentu benar
yang menjadikan kita tersekat-sekat pagar
dan saling memasang tampilan sangar
dari yang terlihat fulgar
yang menjadikan mata berbinar-binar
sampai yang tertutup cadar
yang menjadikan identitas tersamar
lihatlah kasus yang telah beredar
dari yang hanya sekedar perang gambar
sampai perang antar pendekar
bahkan ada game yang mengajarkan WAR
antar clan untuk saling bertengkar
marilah kita saling berSABAR
dan jangan mudah terbakar
oleh isu- isu yang semakin liar
dan tidak ikut membuat hingar bingar

MUHAMMAD ( HABIBI YA ALLAH)

Sayang, sudikah Engkau mengasihiku?
aku belajar seperti yang kau inginkan,
aku berusaha jadi yang kau perintahkan,
aku meniru dia yang kau sayangi...
aku mencontoh dia yang kau cintai...
dari caranya bertutur kata yang lemah lembut.
dari caranya bertutur kata dengan jujur tanpa takut.
aku meniru cara makannya..
aku meniru cara jalannya..
bahkan aku meniru cara menikmati malamnya..
sayang...
sudikah KAU mengasihiku??
kau bilang aku harus mengenalMu..
seperti dia mengenalMu jua..
apakah aku tak boleh mengenalMu dengan caraku??
apakah aku tak boleh mencintaiMu dengan caraku??
jika memang begitu, kenalkanlah aku
dengan dia yang KAU kasihi itu..
agar aku tak menerka-nerka selalu
bagaimana sebenarnya rasaMu padaku.

EDISI MUKTAMAR PUISI BERKOAR



mengais sisa-sisa sejarah nyata yang terbuang
dari sedikit banyak yang terjadi di muktamar jombang
yang kini telah jadi bahan berbincang
dari yang hanya sekedar berlalu
sampai yang terus terngiang-ngiang

untuk menghormati muktamar
jokowi terlihat gusar
meskipun sarungnya anyar
karna jokowi terlihat gak sangar
menurut sebagian kiyai
muktamar telah dinodai
oleh beberapa oknum priayi
yang mencoba memperkaya diri

tersiar kabar dari dalam muktamar
si penyandang gelar makin berkoar
ketika si "qohar" mengajak bersabar
karna sidang pleno gk berjalan lancar

mungkin yang salah panitia
mungkin juga para pesertanya
itu muktamar apa pasar raya
kok saling berkoar dimana-mana

konon katanya bergelar YAI
tapi kok makin lupa diri
mungkin ada satu kursi yang tak terisi
kursi singgasana Ilahi robbi

takbir dan sholawat sih berkumandang
bahkan ada yang asyik berdendang
ternyata ada satu yang kurang
SANG PERENCANA tidak diundang

One Piece

dan ingatlah kabar dari tuhanmu yang begitu indah
yang telah menciptakanmu dari segumpal darah
bukan dari daging atau tulang belulang yang terbelah
kemudian membentuk kamu sesuai dengan fitrah

pernahkah kau sekali pun memberikan perintah
pada darahmu untuk terus mengalir ke berbagai celah
ketahuilah
sekeping darahmu itu terdapat banyak berkah
dari lindungan-Nya, rizki-Nya dan berbagai anugrah
entah dia merah, putih, atau bahkan menjadi nanah

darah oh darah...
bahkan dia pernah menjadi sebuah sumpah
andaikan darah sang nabi sampai tertumpah
satu tetes pun dia jatuh ke tanah
pasti musuh sang nabi semuanya musnah

tuhan ciptakan darah bukan untuk menjadi susah
meski tuhan menciptakannya dalam beberapa silsilah
lalu kenapa dengan mudahnya kita menumpahkan darah
marilah kita saling beramah tamah
karna kita diciptakan berasal dari satu darah

Jombang, 11/11/2017
PPL SMAN JOJO

Dengan Nafas-MU


Tahukah engkau tentang nafas yang telah berhembus
Tentang udara dan angin yang bergerak membius
Tanpa arah tanpa celah kedalam menembus
Tiap desah nafas kita berhembus diiringi wangi surga,
Atau diiringi aroma busuk dari hembusan api neraka.
Setiap udara yang terhirup dalam tubuh
Menjadi tenaga dan semangat dikala jenuh
Tatkala kita mengimaninya secara utuh
Bahwa tuhan menciptakannya dengan kasih yang penuh
Lihatlah tumbuhan yang ada disekelilingmu
Mereka bernafas mereka bertasbih tanpa kita tahu
Daun batang akar mereka bersatu Menyeru nama-MU
Sebagai pelajaran bagi hamba-hamba berilmu

RASA TAKUT YANG BERLEBIHAN TERHADAP ANAK-ANAK

الخوف المبالغ فيه على الابناء RASA TAKUT YANG BERLEBIHAN TERHADAP ANAK-ANAK MAKALAH Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Baha...