Rabu, 28 Oktober 2015

curahan hati.

aku tak tahu apa yang kamu inginkan,, 
yang aku tahu, kita hanya teman, kita hanya kenal.
dan akku bukanlah bonekamu yang bisa sesukamu kamu lakukan semaumu,,
akk punya kewajiban, tapi akk juga punya hak..
so. jangan pernah beranggapan bahwa akk ini budakmu, ataupun bonekamu,,
akk selama ini hanya ingin berusaha membuatmu bahagia,
apapun yang kamu katakan, semua aku lakukan..
namun, kamu juga harus tahu, aku juga punya prioritas,
aku punya hak, dan aku punya sesuatu yang ingin aku capai..

apa kamu tahu semua itu, ngak semua yang kamu inginkan harus dituruti, jika itu akan menyakiti dan merugikan orang lain,
lebih baik kau bilang akk tak pounya akhlaq dari pada kamu selalu mengekanku dan membuatku tak pernah ada..
aku bukan tempat pelarian, aku juga bukan orang yang seenakknya sendiri kau suruh... 

Renungkanlah

33 TAHUN BERILMU "HANYA" DAPAT 8 HAL
(kisah guru dan murid)


Suatu hari, Imam Syaqiq Al Balkhi bertanya kepada muridnya yang bernama
Hatim Al Ashom :

Imam syaqiq : "Sudah berapa lama engkau menuntut ilmu dariku?".

"Sudah 33 tahun", jawab Hatim.

"Apa yang telah kau pelajari, selama 33 th ini?", tanya Imam Syaqiq.

"Hanya 8 hal ", jawab Hatim.

" Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'uun !
Kuhabiskan umurku untuk mendidikmu,
namun kau hanya mempelajari 8 hal dariku?", Ucap Imam Syaqiq heran.

"Benar Yaa Syeikh, aku hanya mempelajari 8 hal saja, aku tidak mau mendustai anda", jawab Hatim.

"Coba sebutkan 8 hal yang telah kau pelajari itu ! ". pinta Imam Syaqiq.

Hatim Al Ashom pun berkata :

Pertama :
"Kulihat setiap manusia memiliki seorang kekasih. Ketika dia mati, kekasihnya ikut mengantarkannya hingga ke kuburan, lalu meninggalkannya sendirian di sana.

Maka, Aku lebih memilih amal kebajikan sebagai kekasihku, Sehingga ketika nanti Aku masuk liang kubur, amalku akan ikut bersamaku".

Kedua :
"Aku merenungkan Wahyu Alloh SWT :
"Dan Adapun orang2 yang takut kepada Kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka surga lah yang akan menjadi tempat tinggalnya".
(QS. An Naazi'aat,79:40-41).

Aku sadar, Bahwa Firman Alloh pasti lah benar, Maka Aku pun berjuang untuk melawan keinginan nafsuku, hingga nafsuku tunduk kepada Alloh SWT ".

Ketiga :
"Ku perhatikan manusia selalu memulyakan dan menyimpan harta benda berharga yang mereka miliki, lalu Kupelajari Firman Alloh swt :
"Apa yang ada disisimu akan lenyap, dan apa yang ada disisi Alloh akan kekal". (QS. An Nahl,16:96).

Maka setiap kali Aku memperoleh sesuatu yg berharga, Aku pun menyedekahkannya dijalan Alloh swt, agar hartaku selalu tetap terjaga di sisi-Nya".

Keempat :
"Aku melihat setiap manusia mengejar harta, kedudukan, kehormatan dan kemulyaan nasab. Namun setelah aku mempelajarinya, ternyata semua itu tidak ada apa2nya, saat Aku membaca Wahyu Alloh swt :
"Sesungguhnya, orang yg paling mulia disisi Alloh, adalah orang yg paling bertaqwa (kepada Alloh) di antara kalian".
(QS. Al Hujuroot,49:13).

Karena itulah, Aku pun beramal utk mewujudkan Taqwa, agar Aku memperoleh kedudukan yang Mulia di sisi Alloh SWT.

Kelima :
"Aku melihat manusia saling mencela dan melaknat, dan sumber semua itu adalah hasad (kedengkian). Lalu aku mempelajari Wahyu Alloh SWT :
"Kami telah membagikan utk penghidupan mereka di alam dunia".
(QS. Az Zukhruf,43:32).

Akupun sadar, Bahwa semuanya telah dibagi oleh Alloh swt. Maka aku tinggalkan sifat Hasad (dengki), kujauhi manusia, dan aku tidak bermusuhan dengan seorang pun".

Keenam :
"Kulihat manusia saling menganiaya dan saling membunuh, padahal Alloh SWT berfirman :
"Sesungguhnya syeitan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh(mu)".
(QS. Al Fathir,35:6).

Oleh sebab itu, Kutinggalkan permusuhan dengan manusia dan Kujadikan Syeitan sebagai satu2nya musuhku.
Aku selalu mewaspadainya dengsn sekuat tenaga, sebab Alloh swt sendiri yg telah menjadikan Syeitan sebagai musuhku".

Ketujuh :
"Aku melihat setiap orang hanya demi sepotong roti (harta), mereka rela menghinakan diri mereka sendiri dengan melakukan hal2 yg diharamkan oleh Alloh swt. Lalu kuperhatikan Firman Alloh SWT :
"Dan tiada satupun binatang melata dibumi, melainkan Alloh telah menanggung rezeki nya".
(QS. Hud,11:6).

Aku sadar, Bahwa diriku adalah salah satu dari yang melata itu, dan Alloh swt telah menjamin Rezeki ku.
Oleh karena itu, kusibukkan diriku untuk menunaikan kewajiban yang telah di berikan oleh Alloh swt dan aku tidak pernah merisaukan sesuatu yang telah dijamin oleh Alloh swt untukku".

Kedelapan :
"Aku melihat semua org bergantung kepada Makhluq Alloh swt.
Ada yg bergantung kepada ladangnya,
bergantung kepada perniagaannya,
bergantung kepada pekerjaannya, dan
bergantung kepada kesehatan jasmaninya.
Akupun kembali kepada Firman Alloh :
"Dan barang siapa yg bertawakkal kepada Alloh, maka Alloh akan mencukupkan (segala keperluan) nya".
(QS. Ath Tholaaq,65:3).

Oleh karena itulah, Aku pun bertawakkal (bergantung) kepada Alloh swt yang Maha Perkasa dan Maha Agung, dan Alloh swt pun mencukupi semua kebutuhanku".

Mendengar jawaban dari Hatim Al Ashom,
Imam Syaqiq Al Balkhi berkata :
"Wahai Hatim, semoga Alloh memberimu Taufiq. Aku telah mempelajari Zabur, Taurot, Injil dan Al Qur'an.
Dan kutemukan bahwa semua jenis kebaikan dan ajaran Agama, berkisar pada 8 hal yang tadi telah kau sampaikan.
Barang siapa mengamalkan 8 hal tersebut.
Maka berarti, dia telah mengamalkan isi dari 4 kitab suci".

LALU........
Berapa lama kita menuntut ilmu?
Apa yang kita dapatkan?
Adakah pelajaran penting yang meresap kedalam hati kita dan selalu kita amalkan?
Atau semua itu hanya sekedar penghibur telinga kita?

Semoga Alloh SWT, memberi kita Taufiq dan Hidayah, Sehingga kita dapat mengamalkan apa yang kita dengar, kita lihat dan kita baca......

Selasa, 21 April 2015

Kenangan.


Pagi yang indah... 
lebaran tiba, yha lebaran itu, satu tahun yang lalu,
aku bisa berkumpul dengan keluargaku..
aku, kakak ku,
begitu bahagia, bisa melewati lebaran bersama,

EL_MI_A


4 tahun yang lalu,
hhaha,, lucu ternyata aku masih menemukan fto kita dulu..
pakai baju kembar...
dan kalian ingat saat itu...
siapa yang jomblo..??
hahahah.... kita pergi tanpa cwok,,
bukan lagi double date( seperti org" bilang). tapi kita pergi dengan orang" yang baru kita kenal...

Kesendirian


Malam berganti tiada henti

Angin menyapa  dalam sepi

menanti datangnya mentari
menyapa lembutnya sinar pagi...
menemani kesendirian ...
yang tak ada henti.

Kicauan burung menghibur diri
seolah tau akan kesepiannya diri ini
awan putih memberi keindahan
dalam buaian langit biru

memberi kesejukan setiap mata 

tak bosan aku melihat indahnya...

hingga gundah hilang tak terasa putrielza41@yahoo.co.id
melihat bayangmu dalam surga 



Rabu, 08 April 2015

Goresan hati


Mungkinkah aku terlalu egois?
atau memang keegoisanku yang tak aku sadari?
 Yah mungkin aku yang memang egois, namun apalah dayaku. 
Ini bukan hal pertama kali yang aku lakukan.
Dia bukan orang yang aku syang pertama kali.
tapi dia.. dia adalah orang yang kesekian aku sayang 
Tapi entahlah mungkin lingkungan yang tidak bisa menerima dengan keadaanku..

aku hancur ...
aku sakit..
aku terluka...
Tapi apa yang bisa aku lakukan..
yah dengan menyayangimu 
memanjakanmu itulah yang aku lakukan saat ini..
karna aku ingin menyayangimu ... ngak lebih dari itu.
sayang ini juga tidak sejauh yang mereka kira..

hanya sebatas sayang biasa...
aku sudah tak ingin dikejar-kejar dengan rasa bersalahku terhadapmu...
aku tak ingin menggangu kehidupanmu lagi..
tapi....
dayaku?? hati ini terlanjur sayang.....

maafkan aku yang selalu membuatmu dalam masalah, 
mendatangkan kamu dalam masalah dihidupmu..
membuatmu dicibir semua teman sebayamu...

maaf..... 
aku hanya ingin menyayangimu..
memberikan apa yang kamu rindukan slama ini..

Maafkan K3
Umi Khilifah

Minggu, 05 April 2015

Emosiku

huh...
kalau muridnya salah di suruh mengakui kesalahannya, coba saja bila guru or ustadz itu yang salah , apakah semudah seperti apa yang mereka katakan,. ngak,,, ini bukan hal yang pertama kali kalian perbuat ustadz..
bukan pertama kalinya kalain ngak mengakuinya,
dan apa kalian lari... pergi seolah" ini tidak ada apa" nya. padahal apa??
coba lihat sekarang siapa yang rugi??
siapa??
muridmu. tapi apa kalian tau apa yang dirasakan mereka ngak ngak akan pernah, yang kalian tau hanya ketika kalian rugi, dan apa ketika kalian salah ..
huh bulsyit...,
ngomong itu memang mudah tapi coba kalian sadari itu,,, kita manusia yang mencoba belajar, segalanya tapi kalian sebgai uswatun hasanahpun ngak ada yang mencohtohkan dengan baik...
sebbel...............................................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Sabtu, 04 April 2015

Kembalinya PurnamaKu

Enam bulan telah berlalu. aku menjalani hdupku yang sekarang, dimana aku memulai semuanya dg yang baru, tempat baru, teman baru, sekolah baru, sekarang bukan kerja, namun amal sholeh .
awal aku hidup dilingkungan ini penuh dengan pertentangan, ajaran-ajaran yang aku terima dulu sangat bertolak belakang dengan yang sekarang, seolah berputar 360 derajat dengan hidupku yang dulu.
yah inilah hidup yang penuh dengan pilihan, tantangan, dan juga resiko.

Sebelum jauh aku menjalani hidup ini, aku ingin .....

tapi entahlah mungkin ngak akan mampu untuk melakukannya, tapi aku akan selalu berusaha menjalaninya,
aku hanya ingin membuat orang" yang sayang sama aku bahagia. membuat mereka bangga dengan menuruti apa yang mereka inginkan, meski dengan keterpaksaan terlebih dahulu, tapi senggaknya aku mampu membuat mereka tersenyum karna aku mampu membuat mereka tersenyum..

Sekarang tak ada yang mampu menghentikan langkahku
tak akan aku berpaling dari cita-citaku

tak akan aku menyerah sebelum akhir nafas ini 

dan tak akan aku berhenti sampai disini
karna ini bukanlah tujuan akhirku
Ini bukanlah akhir dari cerita hidupku..
akhir dari segala perjuangan..

namun inilah mimpi yang mulai kembali
semangat yang muncul lagi
keinginan yang tak pernah akan aku hilangkan

YA Rabb .... mudahkanlah Hambamu ini
kuatkanlah hati ini
sabarkanlah
tegarkanlah..
karna ini semua tak akan ada gunanya tanpa
RIDLO-MU

Jumat, 03 April 2015

Melepas rindu

Detik demi detik kita lalui, hingga tak ada hari yang tersisa, namun sekarang semua tinggal kenangan. 
yang dulunya kita sekarang jadi aku sendiri. 
kamupun jadi kamu yang sekarang beranjak dewasa

Dua tahun telah berlalu, menghabiskan waktu sendiri.
namun aku tetap sayang kamu adexq. kamu yang sekarang masih di jawa tengah, menuntut ilmu dengan apa yang kamu perlukan dan inginkan. sekalipun sudah dua tahun kita belum pernah ketemu, namun aku yakin kamu pasti sudah beranjak jadi wanita yang cantik dewasa dan mempesona.

Ini hanya bisa mengenangmu saat pertama kali kamu lomba MISS di MTs SALAFIYAH, yah dari sinilah aku bisa mengingat kamu yang dulu manja, tapi tomboy. dan selalu minta dituruti apaun yang kamu inginkan. 

Kamu adx kecilku dulu, sekarang sudah menjadi wanita dewasa yang bukan manja lagi. 
kamu yang selalu curhat tentang dia, cerewet kalau malam jum'at habis ketemu dia lewat di sarean..
huhf, jadi kangen cerita-ceritamu dx...

Masa Dulu

Angin menghempas dedaunan di depan jendela kamar
membawa rindu yang semakin kian menderu
Menyapu air mata
membawa suka yang bercampur duka
yang dulu pernah ada
bercurah dalam dada
Membekukan suasana deru
tanpa terasa
berderai air mata
mengingat cerita kita
dulu
Saling bercerita
bercengkrama
dan mengis dalam diam
hanya itu yang mampu ku lakukan sekarang
Rindu kamu yang di Jawa Tengah
Elysa Nurul Qomaria

Jumat, 06 Maret 2015

Iman kepada Rasulallah



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar  Belakang
Para rasul adalah manusia pilihan yang bertugas menyampaikan ajaran Allah kepada umat manusia. Ajaran Allah yang tertuang dalam kitab-kitab suci Allah disampaikan oleh para rasul. Oleh karenya, iman kepada rasul merupakan kewajiban merupakan kewaajiban bagi manusia yang beriman. Iman kepada rasul berarti beriman kepada Allah SWT. Sebaliknya tidak beriman kepada para rasul berarti juga tidak mengimani Allah SWT .
Beriman kepada rasul berarti percaya dan meyakini apa yang disaampaikan serta percaya akan sifat-sifat luhur yang dimilikinya. Bagaimana kita mencintai para rasul? Disni kami akan membahas bagaimana cara kita mencintai rasul dan meneladani sifat-sifat beliau.

B.     Rmusan Masalah
1.      Bagaimana pengertian dan pentingnya beriman kepada rasulallah?
2.      Apa dalil yang menunjukkan kebenaran adanya rasulallah?
3.      Apa sifat-sifat rasulallah?
4.      Bagaimana perilaku yang mencerminkan beriman dan mencintai rasulallah?

C.    Tujuan Pembahasan
1.      Agar mengerti pengertian dan pentingnya beriman kepada rasulallah.
2.      Mengetahui bukti kebenaran adanya rasulallah.
3.      Mampu menguraikan sifat-sifat rasulallah
4.      Mampu mengamalkan perilaku yang mencerminkan beriman dan mencintai kepada rasulallah







BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Dan Pengtingnya Beriman Kepada Rasul Allah SWT.
Kata iman berasal dari kata اَمَنَ يُؤْمِنُ   artinya  kepercayaan atau percaya. Secara istilah iman adalah membenarkan dalam hati mengucapkan dengan lisan dan berbuat dengan seluruh anggota badan.  Jadi iman kepada Rasul Allah adalah percaya dengan sepenuh hati bahwa, Allah telah mengutus Rasul-rasul-Nya agar menyampaikan wahyu Allah pada manusia serta mengajak pada kebaikan dan jalan yang diridhoi Allah. Beriman kepada Rasul juga berarti mempercayai apa yang dikatakan dan apa yang diperbuat oleh Rasul. Oleh karena itu, orang yang beriman akan berbuat sebagaimana dicontohkan oleh Rasul, sebagai konsekuensinya, orang mukmin  akan mencintai  Nabi Muhammad Saw melebihi cintanya kepada orang tua dan anaknya.  Sesuai dengan sabda Nabi berikut:
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح و حَدَّثَنَا آدَمُ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
                                                                                                                         
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Ulayyah dari Abdul 'Aziz bin Shuhaib dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Dan telah menceritakan pula kepada kami Adam berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Qotadah dari Anas berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah beriman seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya dan dari manusia seluruhnya". (HR. Bukhori Muslim)
Iman kepada Rasul merupakan rukun iman yang ke-4. Seorang mukmin akan mendapat dosa besar  apabila tidak mengimaninya, karena iman kepada rasul hukumnya wajib. Yang sudah dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah, 2 : 177 & 285
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
Artinya: bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.

كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ (٢٨٥)
Artinya: Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya.

Dari ayat diatas kita bisa memahami betapa pentingnya keberadaan Rasul bagi kehidupan kita, sebab tanpa beliau kita bisa tersesat. Beliau yang menuntun kita pada kunci keimanan dan ketaqwaan pada Allah, Maka kita wajib bersyukur atas nikmat ini.
Allah mengutus seorang rasul bagi tiap-tiap umat manusia. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-qur’an surah An-Nahl ayat 36
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلالَةُ فَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
Artinya: Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut[826] itu", Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya[826]. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

Orang yang mensyukuri nikmat adalah orang yang bisa memanfaatkan nikmat tersebut dengan baik sesuai syari’at. Adanya Rasul termasuk nikmat dari Allah, karena dengan adanya beliau kita sekarang bisa hidup tentram dan memiliki aturan yang jelas.
2.      Dalil Kebenaran Adanya Rasul Allah
Sebagai seorang muslim,kita telah mengetahui Rasul yang telah diangkat oleh Allah, yang membawa ajaran-ajaran yang telah Allah berikan  kepada mereka aturan-aturan atau syari’at. Dan mengutus mereka dengan keterangan-keterangan, serta menguatkannya dengan mukjizat.
Berikut ini dalil-dalil yang menunjukkan bahwa Allah telah mengutus para rasul baik aqli maupun naqli.
a.     Dalil Aqli
1)        Allah menjanjikan pahala bagi hambanya yang taat dan mengancam siksa bagi hambanya yang maksiat dengan siksa. Maka diutuslah nabi untuk membimbing umatnya dan memberitahu mana yang baik dan buruk, mana yang makruf dan mana yang mungkar, sehingga tahu bagaimana yang harus dilaksanakan dan mana yang harus ditinggalkan.
2)        Supaya rasul dapat berkomunikasi dengan umat-Nya secara baik dan menyampaikan ajarannya secara maksimal, maka Allah mengutus rasul-Nya dari kalangan manusia sendiri.
3)        Ketuhanan dan rahmat Allah, keduanya memerlukan pengutusan utusan-utusan dari-Nya kepada makhlukagar mengenal Tuhan, dan membimbing mereka menuju kesempurnaan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
4)        Allah SWT  menjadikan makhluk itu untuk beribadah kepada-Nya dan yang seperti ini memerlukan pemilihan utusan-utusan dan pengutusan mereka, untuk memberikan pendidikan tata cara peribadatan dan ketaatan kepada-Nya.
5)        Adanya pahala dan siksa itu tergantung kepada adanya ketaatan dan kemaksiatan.
b.    Dalil Naqli
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ              
Artinya: Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", (QS. An Nahl)

اللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلائِكَةِ رُسُلا وَمِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ                        
Artinya: Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari Malaikat dan dari manusia; Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha melihat.

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأسْبَاطِ وَعِيسَى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ وَآتَيْنَا دَاوُدَ زَبُورًا .وَرُسُلا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا. رُسُلا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا.
Artinya: Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. dan Kami berikan Zabur kepada Daud.
Dan (kami telah mengutus) Rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan Rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung[381].
(Mereka Kami utus) selaku Rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya Rasul-rasul itu. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

[381] Allah berbicara langsung dengan Nabi Musa a.s. merupakan keistimewaan Nabi Musa a.s., dan karena Nabi Musa a.s. disebut: Kalimullah sedang Rasul-rasul yang lain mendapat wahyu dari Allah dengan perantaraan Jibril. dalam pada itu Nabi Muhammad s.a.w. pernah berbicara secara langsung dengan Allah pada malam hari diwaktu mi'raj.
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
Artinya: Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.

الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا
Artinya: yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan(Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya[1053].

[1053] Maksudnya: segala sesuatu yang dijadikan Tuhan diberi-Nya perlengkapan-perlengkapan dan persiapan-persiapan, sesuai dengan naluri, sifat-sifat dan fungsinya masing-masing dalam hidup.
3.      Nama-Nama Rasul Dan Sifat-Sifatnya
a.    Nama-nama Rasul
Jumlah Nabi dan Rasul sangat banyak, tidak ada seorangpun yang mengetahui pasti jumlahnya pasti, hal itu karena sebagian dicantumkan kisahnya dalam Al qur’an dan sebagiannya lagi tidak. Hadits tentang jumlah Nabi dan Rasul:
Akan tetapi jumlah nabi dan rasul yang wajib diketahui oleh kaum muslimin yang diterangkan dalam Al-Quran ada 25 orang, mereka itu adalah sebagai berikut.
1)      Adam a.s
2)      Idris a.s
3)      Nuh a.s
4)      Hud a.s
5)      Sholeh a.s
6)      Ibrahim a.s
7)      Luth a.s
8)      Ismail a.s
9)      Ishak a.s
10)  Yakub a.s
11)  Yusuf a.s
12)  Ayyub a.s
13)  Zulkifli a.s
14)  Su’aib a.s
15)  Musa a.s
16)  Harun a.s
17)  Dawud a.s
18)  Sulaiman a.s
19)  Ilyas a.s
20)  Ilyasa a.s
21)  Yunus a.s
22)  Zakaria a.s
23)  Yahya a.s
24)  Isa a.s
25)  Muhammad SAW
Di antara para Nabi dan Rasul tersebut di atas ada yang termasuk Ulul Azmi, karena mereka memiliki keteguhan dan kesabaran yang luar biasa dalam menjalankan amanat dan mengemban tugas risalah mereka. Sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an:
فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ بَلاغٌ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ
Artinya: Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari Rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (inilah) suatu pelajaran yang cukup, Maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.

Nabi dan Rasul yang ulul Azmi itu ada lima, mereka adalah Nabi Nuh as, Nabi Ibrahim a.s, Nabi Musa a.s Nabi Isa a.s, dan Nabi Muhammad SAW. Sesuai dengan QS Al-Ahqaf :7
وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ
Artinya: Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang menjelaskan, berkatalah orang-orang yang mengingkari kebenaran ketika kebenaran itu datang kepada mereka: "Ini adalah sihir yang nyata".

4.       Sifat-sifat Rasul Allah    
     Dalam menyampaikan risalahnya, seorang rasul selain dibekali dengan wahyu Allah, para rasul sebagai orang yang terpilih juga dibekali dengan sifat-sifat khusus, yang terbagi jadi tiga macam, yaitu sifat wajib, sifat mustahil dan sifat jaiz.
     Macam-macam sifat rasul sebagai berikut:
a.         Sifat Wajib
Sifat Wajib bagi Rasul adalah sifat yang wajib harus dan pasti dimiliki oleh seorang rasul. Adapun sifat-sifat wajib itu ada empat :
1)        Siddiq (benar)
2)        Amanah (dapat dipercaya)
3)        Tablig (Menyampaikan)
4)        Fathonah (cerdas)
b.        Siat Mustahil
Sifat mustahil bagi rasul adalah sifat yang tidak boleh dan tidak mungkin terdapat pada diri seorang rasul. Adapun sifat sifat yang mustahil dimiliki oleh rasul ada empat :
1)        Kidzib (berdusta)
2)        Khianat ( tidak dapat dipercaya)
3)        Khitman (menyembunyikan)
4)        Baladah ( bodoh)
c.         Sifat Jaiz
I’rodhul Basyariyah. Sifat jaiz bagi rasul adalah sifat-sifat rasul yang juga terdapat atau dimiliki oleh manusia pada umumnya seperti makan, minum, berkeluarga, bekerja, dan sebagainya.
5.        Perilaku Yang Mencerminkan Beriman Kepada Rasul Allah SWT.
Keimanan kepada Rasul harus dapat diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dalam mencerminkan keimanan kepada rasul. Adapun perilaku yang mencerminkan keimanan kepada rasul adalah sebagai berikut:
a.       Tidak boleh membedakan antara rasul yang satu dan yang lainnya.
Maksudnya kita wajib mengimani bahwa semua rasul Allah SWT adalah benar-benar utusan Allah SWT serta meyakini bahwa Nabi Muhammad Saw adalah rasul terakhir sampai hari kiamat nanti.
قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
Artinya: Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

b.      Mengikuti ajarannya dengan sepenuh hati.
c.       membiasakan diri berlaku jujur terhadap siapapun.
d.      berusaha untuk dapat menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.
e.       Memiliki etos kerja yang baik, melaksanakan tugas yang yang dipikul pada dirinya, dan sesuai kemampuan yang dimiliki secara maksimal.
f.       Berperilaku sesuai syari’at islam akan melahirkan akhlaq yang baik pada diri seseorang.
g.      Berusaha untuk memiliki kepekaan dalam menghadapi persoalan sehingga dapat mengatasi secara tepat, baik, dan sesuai pertimbangan akal sehat.

















BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
a.         Iman kepada Rasul Allah adalah percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah telah mengutus Rasul-Rasul-NYA agar menyampaikan wahyu Allah pada manusia serta mengajak pada kebaikan dan jalan yang diridhoi Allah.
b.         Beriman kepada Rasulallah hukumnya wajib. Sesuai dengan firman-Nya  dalam QS. Al-Baqarah/2 ayat 285)
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
Artinya: Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", (QS. An Nahl)
1)   Sifat wajib Rasullullah
a)    Siddiq
b)   Amanah
c)    Tablig
d)   Fathonah
2)   Sifat Mustahil Rasullullah
a)    Kizib
b)   Khianat
c)    Kitman
d)   Baladah
3)   Sifat Jaiz Rasullullah
I’radhul Basyariyah.
c.         Perilaku Yang Mencerminkan Beriman Kepada Rasul Allah SWT
1)      Mengikuti ajarannya dengan sepenuh hati.
2)       membiasakan diri berlaku jujur terhadap siapapun.
3)      berusaha untuk dapat menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.
4)      Memiliki etos kerja yang baik, melaksanakan tugas yang yang dipikul pada dirinya, dan sesuai kemampuan yang dimiliki secara maksimal.
5)      sesuai syari’at islam akan melahirkan akhlaq yang baik pada diri seseorang.
6)      Berusaha untuk memiliki kepekaan dalam menghadapi persoalan sehingga dapat mengatasi secara tepat, baik, dan sesuai pertimbangan akanl sehat.




DAFTAR PUSTAKA
Hidayat,Junaidi. Ayo memahami aqidah dan akhlak untuk MTs/SMP islam kelas VIII . Jakarta: Penerbit Erlangga. 2009.
Tim penyusun Mts. Aqidah Akhlaq untuk MTs. Nganjuk: Jawa Pos. 2014.
Hanafiah dkk. Aqidah Akhlaq untuk MTs. Klaten: Sinar mandiri. 2006
Team penulis TAQWA. Aqidah akhlak 8 Madrasah Tsanawiyah. Sragen: Akik Pustaka. 2010.


















 



RASA TAKUT YANG BERLEBIHAN TERHADAP ANAK-ANAK

الخوف المبالغ فيه على الابناء RASA TAKUT YANG BERLEBIHAN TERHADAP ANAK-ANAK MAKALAH Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Baha...